Warga Kampung Mulima: Menolak Kehadiran Koperasi Merah Putih

Masyarakat Kampung Mulima, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Menolak Kehadiran Koperasi Merah Putih. (Doc: Pribadi) 

Wamene, Wenehanowe.com - Telah melakukan pemalangan koperasi merah putih di Kampung Mulima dengan seluas hektare, terjadi pemalang ini melihat dengan adanya keterwakilan oknum seseorang tersebut yang menempatkan tempat itu sehingga, Masyarakat dan para tokoh adat, intelektual, pemuda warga setempat dengan inisiasi melakukan pemalang di Kawasan, Kampung Mulima, Distrik Libarek, Kabupaten Jayawijaya, disampaikan melalui via whatsapp pukul: 19:18 Wit malam pada jumat, (13/03/2026) 

Berlangsung pemalangan penempatan lokasih koperasi merah putih, diwakili langsung oleh para tokoh adat, pemuda, intelektual dan masyarakat setempat pada pukul. 11:08 Wit siang. Melihat dengan hadirnya penempatan lokasih merupakan bagian dari pengambilan keputusan pribadi oleh oknum-oknum yang terlibat disana tanpa melibatkan warga setempat. 

Dalam pernyataan tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh adat. Ia menyampaikan, Melihat dengan hadir koperasi merah putih di kampung mulima ini merupakan kepentingan pribadi mengatasnamakan seseorang tidak melibatkan masayarakat disana beserta para tokoh adat, pemuda, intelektual yang ada disini, ujarnya. 

Lebih lanjut, ia juga merasakan kekesalan terhadap oknum yang bawah masuk koperasi merah putih. Karena melihat dengan lokasih penempatan merupakan tempat yang tidak bisa digangu gugat oleh siapapun, atas kepentingan apapun, dan mereka juga merasakan kekesalan terhadap perbuatan itu agar persoalan ini menjadi perhatian besar kedepannya, katanya.

“Sambutnya dengan nada yang reduh bahwa masyarakat adat dan seluruh warga yang ada disini tidak akan kemana-mana, mereka tingal disini dan mati pun disni, dengan nada yang sama menyampaikan, permohonan maaf kepada lokasih (tanah) yang penempatan koperasi merah putih itu. ”

Masyarakat setempat mereka melihat jelih atas kejadian ini sangat tidak terhormat kepada leluhur (mama) kami, karena tanah adalah mama. Oknum tersebut melakukan penempatan secara inisiatif, perbuatan ini sangat tidak menghormati leluhur, nenek moyang yang mendahului kami dan masih ada sampai saat ini sebagai penjaga tanah yang ada disana, rilisnya. 

Mereka menegaskan bahwa, Hadirnya Koperasi Merah Putih itu dengan tegas mereka menolak 100℅. Melihat dengan penempatan juga berdekatan dengan akses jalan naik salah satu Gereja dan berdekatan rumah-rumah warga setempat, tutupnya.(*) 


Sumber: Warga Setempat
Reporter: Admin

Post a Comment

Silakan DM atau Kunjungi di akun website.

Lebih baru Lebih lama